Pages

Sabtu, 02 Maret 2013

Soundcloud Bang Oka Landak Gaul :)

Aku Harap Kamu Dengar
Udah berapa tetes air mata karena dia yang akhirnya aku usap buat kamu? udah berapa senyum yang hilang yang akhirnya aku yang berusaha munculin lagi? kamu mungkin ga pernah sadar, apa yang aku lakuin ini selalu aja tentang kamu, semoga kamu bukan ga mau tahu. aku ga terlalu ngerti sama apa yang sebenarnya aku lakuin, aku selalu resah ngelakuin hal untuk kamu, bukan untuk balasanya . tapi aku gelisah ngelakuin semuanya karena cinta atau terpaksa? kemudian aku bercermin, mataku tak sedikitpun menunjukan keterpaksaan. aku bertahan buat kamu, entah ini tulus atau bodoh?, aku nggak tahu benar tentang cinta, namun yang aku tahu cinta memang berkorban sampai segininya , pengorbanan yang tak pernah punya batas. sayangnya beberapa cinta berakhir tak berbalas, tapi apa cinta yang hebat harus bertahan sampai sekarat? Kamu selalu tersenyum padaku, tapi bukan tersenyum bersamaku, apalagi karena aku, ketika kamu bahagia yang ada Cuma dia. jangan salahin aku ngedoain kamu sedih terus, karena Cuma ketika kamu sedih. Aku, kamu anggap ada.

Aku, Kamu, Jarak
Sudah selama ini kita bersama dan ada jarak diantaranya. kamu tidak perlu tahu, bagaimana khawatirnya aku, malam-malam yang aku lalui dengan begitu banyak prasangka hati, kamu tidak ingin tahu, bagaimana hati ini lelah sendiri. menebak-nebak, sedang apa kamu di sana?, menimbang-nimbang, apakah kamu disana benar-benar memikirkan aku tanpa ada dia di sela-selanya? aku tidak ingin bertemu, karena bertemu denganmu Cuma memantik bara api rindu. Jika saja jarak ini bisa aku habiskan dengan mengayuh, berenang, bahkan berlari, akan aku lakukan, sayangnya jarak ini tidak seperti itu. Jarak sering memperparah malam-malamku, aku tidak sanggup lagi dengan apa yang ada diantara kita. sebuah jarak semu. kamu dan aku duduk berdua tapi kita sendiri-sendiri. Banyak orang bilang jarak bukanlah apa-apa bagi cinta, tapi tidak begitu dengan jarak yang sedang aku hadapi ini, ini soal jarak antara cinta. jarak antara cinta dan tidak sama sekali. Ini bukan soal tempat, jarak ini soal rasa, kita berdua terpisah oleh dua perasaan yang beda, jarak antara tiga hati: aku padamu, kamu padanya.
 
Kepada Kamu yang Telah Lama Pergi
Waktu yang lama ini yang mungkin bagi kamu bersamanya terlalu begitu singkat, tapi aku nggak pernah ngelaluinnya dengan mudah, menurutmu meninggalkan itu mudah? Engga. Aku benci, aku benci mengucap selamat jalan, aku benci membasuh kenangan demi kenangan sampai ujungnya aku hanya berakhir dengan kepura-puraan, aku pura-pura mengikhlaskan , pura-pura nggak terluka, aku pura-pura tetap berjalan kedepan. tapi kamu nggak pernah tahu, ketika kamu berpaling aku kembali, kembali ke tempat pertama kali bertemu. perpisahan itu aku simpan di dalam mesin waktu, tapi malah mengaktifkan bom waktu, ledakan rindu seringkali membawaku ke masa lalu dan lagi-lagi kamu nggak tahu. aku linglung, setelah kamu pergi untuk siapa celingukan ini? sedetik setelah kamu pergi, buat siapa lagi lengkung senyum ini? kamu yang menjauh Cuma mendekatkan aku pada kesepian. aku selalu disini,  dipersimpangan jalan ini dan ketika kamu dengannya menemui akhir… kembalilah! aku masih melambaikan tangan dingin ini kepada kamu, yang telah lama pergi.
 
Di Sini Tanpa Kamu
aku tahu yang aku lakuin ini salah; mencintai kamu. namun dalam perihal cinta logika ga pernah setuju, dalam perihal rindu gengsi ga pernah tunduk. meski disini tanpa kamu ngeliat senyum kamu bikin aku ngerasa ga sendiri. ada kamu di sini, di hati ini, meski juga di hatinya. memang,  cinta yang  besar bukan dinilai dari seberapa besar memendamnya tapi seberapa berani mengungkapkannya dengan indah, tapi apa daya? aku bukan ga berani ngungkapin ini, tapi kamu masih milik dia, memangnya aku bisa apa? aku disini tanpamu...

Merelakan Tanpa Memiliki
dia yang kamu sebut sebut sempurna, dia yang kamu bilang segalanya tapi dia pula yang akhirnya buatmu teteskan air mata. bukan dia yang nerima kamu apa adanya, bukan dia yang selalu ada, apa pundaknya sekuat aku menampung keluh kesahmu? apa bahagianya sesederhana aku melihat senyummu? apa kamu tahu serapuh apa hati aku? hari demi hari aku lewati dengan benci, aku benci keadaan ini; keadaan ketika aku ga bisa berbuat apa-apa lagi untuk kamu yang sudah orang lain miliki. harusnya aku yang mengusap air mata, harusnya aku yang ada di sana. meski semuanya sudah terlambat tapi aku yang lebih sayang kamu dan kenyataannya meski tak pernah memiliki, merelakanmu tetap saja menyakitkan hati.

1000 Tahun Aku Akan Menunggu

kamu tahu mata ini berbinar ketika melihat gelak tawa saat kita bercanda? mungkin kamu ga sadar aku melihat selengkung pelangi di matamu, saat berkisah tentang hidupmu. semua yang kamu tahu, apa yang aku katakan sebagai respon ceritamu itu seperti motivator menceramahi audience-nya. namun yang aku rasakan, aku melakukan semuanya atas nama rasa; rasa berupa degup kencang ketika kepalamu begitu dekat dengan pundakku saat duduk berdua, rasa berwujud gugup saat kamu dengan antusias mengajakku berbicara untuk bercerita, dan rasa berbalut cemburu ketika kamu dekat tapi bukan denganku. kadang sepasang lelaki dan perempuan lupa bahwa mereka hanya sekedar teman tidak lebih, yang lebih hanya rasa diantara mereka. kadang juga dalam sebuah pertemanan, dua manusia saling memiliki rasa dan saling menyangkal pula itu cinta, seperti yang aku rasakan kepadamu. jika tidak mengapa seorang teman bisa se cemburu ini seperti aku padamu? apakah kamu merasakan hal yang sama dengan aku? teman... antara sebuah hal indah yang bisa mendekatkan aku denganmu atau hanya sebuah omong kosong yang menjadi penghalang bersatunya hati kamu dengan hati aku. seribu tahun aku akan menunggu.

Oleh : Dara Prayoga (@landakgaul)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar